Minggu, 18 April 2010

WiMax VS WiFi

Komunikasi data nirkabel yang saat ini didominasi wifi, sebentar lagi akan tergeser dengan datangnya wimax. Wimax adalah standar komunikasi data wireless terbaru. Tapi benarkah wifi akan tergusur oleh wimax?

WiFi (Wireless Fidelity)memenuhi standar 802.11 seri a, b, g maupun seri n. Kecepatan tertinggi yang bisa dicapai adalah 11 Mbps(802.11a), 54 (802.11b/g) hingga 100 Mbps (802.11g). Dengan bekerja pada band ism (industrial, scientific, and medical) di frekuensi 2,4 GHz, wifi mampu mencakup beberapa puluh hingga ratusan meter. Karena beroperasi di unlicense band, wifi dapat dioperasikan oleh siapa saja. Mulai dari perusahaan, kafe, rt/rw-netsampai peorangan di rumah. Apalagi dengan semakin murahnya perangkat access point (AP) maupun wireless client.

Berbeda dengan wifi,WiMax (Worldwide Interoperability for Microwave Access) menggunakan standar 802.16 seri d dan e. Wimax dapat menjangkau 5 hingga 8km dengan kecepatan 30 hingga 75 Mbps. Operator yang mengoperasikan wimax harus memegang ijin operasi karena bekerja di frekuensi 2,5 dan 3,5 GHz.

Karena perbedaan karakter masing masing standar tersebut, wifi dan wimax akan saling melengkapi. Skenario yang disiapkan misalnya, wimax akan digunakan untuk menyediakan layanan internet broadband dari provider ke pengguna. Selanjutnya di sisi pengguna menggunakan wifi untuk berbagi koneksi.

Beberapa negara sudah mulai mengoperasikan wimax. Untuk Indonesia, Kementerian Kominfo masih terus mengkaji aturan main wimax yang direncanakan rampung tahun ini. Tapi wimax sudah digunakan di Aceh pada waktu bencana tsunami akhir tahun 2004. Kominfo juga mendorong pembuatan perangkat wimax oleh industri lokal .

Teknologi Wi-Fi memiliki jangkauan yang terbatas, paling jauh sekira 100 meter saja. Bandingkan dengan WiMAX memiliki radius jangkauan sekira 7 sampai dengan 10 km. Tidak salah kalau WiMAX diproyeksikan sebagai teknologi jaringan tanpa kabel untuk daerah perkotaan. WIMAX – IEEE 802.16





Sumber :

http://redy.blog.ugm.ac.id/2009/06/11/wimax-vs-wi-fi-vs-dsl/

Peer to Peer

Peer artinya rekan sekerja.

Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2 printer). Dalam sistem jaringan ini yang diutamakan adalah penggunaan program, data dan printer secara bersama-sama. Pemakai komputer bernama Dona dapat memakai program yang dipasang di komputer Dino, dan mereka berdua dapat mencetak ke printer yang sama pada saat yang bersamaan.

Sistem jaringan ini juga dapat dipakai di rumah. Pemakai komputer yang memiliki komputer ‘kuno’, misalnya AT, dan ingin memberli komputer baru, katakanlah Pentium II, tidak perlu membuang komputer lamanya. Ia cukup memasang netword card di kedua komputernya kemudian dihubungkan dengan kabel yang khusus digunakan untuk sistem jaringan. Dibandingkan dengan ketiga cara diatas, sistem jaringan ini lebih sederhana sehingga lebih mudah dipejari dan dipakai.


Jaringan Peer to Peer
Biasanya, anda mulai merasa perlu network saat dikantor ada sekitar lima komputer dan hanya punya satu printer. Tiap kali mau print, harus simpan data ke penyimpanan eksternal, lalu pindah komputer. Orang yang bekerja di komputer berprinter juga jadi terganggu. Sudah begitu, saat dokumen dibuka di komputer lain, formatnya berubah.

Dalam kondisi tersebut, layanan (service) network yang diidamkan adalah:

  • File Sharing: Untuk menyalin file dari satu komputer ke komputer lain.
  • Printer Sharing: Agar anda dapat mencetak dari semua komputer ke satu printer tertentu.

Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan model jaringan peer-to-peer. Di sini, tiap komputer dapat menjadi server, yaitu penyedia layanan. Misalnya saja, server yang punya printer bisa terima cetak dokumen dari mana saja. Sementara itu yang punya harddisk besar, bisa terima menyimpan file. Tiap komputer yang akan memakai layanan tersebut, harus menjadi client.

Untuk membangunnya, langkah pertama tentu saja siapkan jaringan anda. Silahkan beli dan pasang perangkat keras yang perlu, lalu desain alamat IP intranet. Misal gunakan 10.0.0.1 – 10.0.0.254, netmask 255.255.255.0 (disingkat 10.0.0.0/24). Selanjutnya, anda perlu pasang sistem operasi yang mampu layanan peer-to-peer network di tiap komputer. Dalam hal ini anda bisa pakai Windows maupun Linux.

Keluarga Windows yang mendukung model ini adalah Windows for Workgroup, Windows 95/98/XP, maupun Windows NT/2000/2003 workstation. Agar suatu komputer jadi server, aktifkan layanan “File and Print Sharing”, lalu tentukan folder dan printer yang akan di-sharing. Sementara itu di sisi client, aktifkan layanan “Client for Microsoft Network”. Si client akan bisa memakai Network Neigborhoud untuk mengakses folder di komputer server, dan juga pakai printer di server. Layanan ini tersedia dengan seragam di semua versi Windows.

Sementara itu di Linux, filosofinya agak berbeda. Layanan hanyalah tambahan pada sistem operasi yang dijalankan sebagai daemon. Jadi anda bisa pakai distro Linux apa saja, versi berapa saja, yang penting aktifkan daemonnya. Susahnya, atau lebih tepat enaknya, untuk layanan yang sama anda punya banyak pilihan daemon !

Untuk file sharing, anda bisa pakai daemon NFS (Network File System) atau SAMBA. NFS khusus untuk file sharing antar *nix. Kalau pakai SAMBA, anda bisa sharing file antara Linux/Windows. Sementara itu untuk printer sharing, anda bisa pakai daemon lpr, klasik untuk semua *nix. Kalau mau sharing Windows/Linux, pakai SAMBA.






Sumber :

http://www.pc24.co.id/article/category26_1.htm

http://www.untukku.com/tutorial-untukku/peer-to-peer-untukku.html

Sabtu, 17 April 2010

Aplikasi Wideband CDMA pada Jaringan GSM

Aplikasi Wideband CDMA pada Jaringan GSM


Teknologi akses UMTS (Universal Mobile Telecommunications System) yang
digunakan saat ini masih dalam perencanaan. Salah satu teknologi akses yang
diproposalkan adalah sistem Wideband CDMA (W-CDMA) yang saat ini masih dalam
pengetesan yang dilakukan oleh CODIT (Code Division Testbed) yang beranggotakan
manufaktur–manufaktur di bidang telekomunikasi yang dipimpin oleh Ericsson. Salah
satu sistem mobile yang paling banyak digunakan saat ini adalah GSM (Global System
For Mobile Communication) yang berbasis TDMA dan langkah awal penerapan sistem
UMTS pada jaringan eksis GSM adalah dengan digunakannya teknik dual mode pada
struktur Abis interface BSS (Base Stasion Subsystem) dari jaringan GSM.
Evolusi GSM ke UMTS.

UMTS adalah sistem komunikasi bergerak generasi ketiga yang diharapkan
sistem ini telah mampu melayani servis – servis sampai 2 Mbps dan pada frekuensi
sekitar 2 GHz. Sistem UMTS yang diproposalkan dibangun dari infrastruktur sistem –
sistem mobile yang ada saat ini seperti GSM, AMPS, PDC, PCS dan lain – lain yang
berevolusi menuju sistem UMTS. Sistem akses yang diskenariokan pada sistem UMTS
adalah W-CDMA karena mempunyai banyak kelebihan yaitu :
Evolusi pada GSM diawali dengan GSM 900, GSM 1800, GSM 1900 kemudian
yang dikenal sebagai GSM+ dan GSM2+ dan akhirnya menuju ke sistem universal akses
(UMTS). Langkah awal penerapan UMTS pada infrastruktur GSM adalah menambah
interface tertentu sebagai penghubung antara GSM BSS (Base stasion Subsystem)
dengan jaringan W-CDMA sehingga pada jaringan UMTS akan terjadi dualmode WCDMA/
GSM terminal. Dengan sifat dualmode pada terminal ini dapat memberikan
solusi yang fleksibel pada operator GSM dengan pembagian spektrum frekuensi yang
baru yaitu GSM untuk voice dan data dengan laju yang rendah sedangkan UMTS untuk
data dengan laju yang tinggi.


Sistem Wideband CDMA

Sistem W-CDMA adalah teknologi multiple akses dengan menggunakan
modulasi DS – SS yang dapat menyediakan fasilitas pengaksesan user ke jaringan PSTN
(Public Switched Telephone Network) dan dapat mengirimkan servis – servis transport
voice, data, facsmile dan servis multimedia. Teknologi ini berbeda dengan teknik akses
radio konvensional yang menggunakan teknik pembagian bandwidth frekuensi yang
tersedia ke kanal narrow atau ke dalam time slot. Teknologi W-CDMA dalam mengakses
data dilakukan secara terus menerus selebar bandwidth tertentu (5 - 15 MHz).
Untuk membedakan masing–masing servis seperti telepon, facsmile, data atau
multimedia maka digunakan kode– kode tertentu yang saling berkorelasi untuk masing –
masing servis dan dipenerima akan digunakan kode–kode yang sama yang saling
berkorelasi. Karena sistem W-CDMA ini merupakan pentransmisian pita lebar maka
memiliki beberapa keuntungan yaitu :
• Tahan terhadap interferensi
• Memiliki kondisi multipath propagasi
• Mempunyai efisiensi tinggi dan kapasitas tinggi bila diterapkan dalam
konfigurasi multisel
• Mempunyai kemampuan untuk melayani servis dengan laju data tinggi, servis
ISDN, multimedia dan bandwidth on demand.
• Mampu melayani servis dengan laju data yang tinggi sampai 384 Kbps untuk area
luas dan 2 Mbps untuk area indoor.
• W-CDMA dapat melayani servis – servis yang berbeda pada frekuensi carrier
yang sama sehingga dapat dimanfaatkan untuk komunikasi multimedia.
• Optimal bila digunakan pada transfer paket data
• Tidak memerlukan sinkronisasi antar BTS dan memiliki biaya infrastruktur yang
rendah
• Mampu mendukung antena array adaptive, deteksi multiuser dan mempunyai
hirarki struktur sel.
• 100 voice panggilan per RF carrier dengan 8 Kbps codec
• 50 paket data user per RF carrier pada 384 Kbps
• Mempunyai frekuensi sesuai wideband RF carrier serta kontrol daya lebih akurat
• Demodulasi koheren pada kanal uplink dan downlink.


Sistem W-CDMA dapat mereduksi fading karena sinyal W-CDMA ditebar dalam
bandwidth yang lebar (5-15 MHz). Pada range frekuensi (1800 – 2000) MHz akan
menghasilkan fluktuasi sinyal fading selebar 1– 2 MHz.Bandwidth fading ini disebut
sebagai coherence bandwidth. Sehingga dalam sistem CDMA harus ada cadangan fading
yang harus dilebihi. Dalam sinyal W-CDMA ini terdapat sebagian sinyal yang
terdegradasi akibat mutipath fading sehingga diperlukan teknik pemrosesan sinyal untuk
mengantisipasi degradasi sinyal. Aplikasi dari komunikasi spread spectrum adalah pada
komunikasi militer dimana teknik ini tahan terhadap jamming dan tipis kemungkinan
untuk dimasuki noise. Selain itu teknologi W-CDMA saat ini sudah diaplikasikan secara
komersial pada sistem tertentu karena kelebihannya yang menahan frekuensi dari sistem
lain dan dapat mereduksi interferensi dari sistem lain yang menggunakan frekuensi yang
sama.

Sistem W-CDMA mampu mengirimkan servis – servis dengan laju data yang
tinggi seperti high speed data atau fax, multimedia dan bandwidth on demand. Adapun
kapasitas maksimum dari base stasion W-CDMA adalah:
Cmax =jumlah maksimum panggilan
RC = chip rate
Rb = bit rate service
Eb/No = SNR total per bit
b = faktor interferensi inter sel (antar sel)

Untuk membandingkan efisiensi sistem dalam menggunakan spektrum frekuensi
untuk melayani servis – servis maka perlu diperhitungkan juga efisiensi trunking.
Efisiensi trunking adalah perbandingan antara jumlah rata – rata panggilan terhadap
jumlah maksimum panggilan (Jumlah panggilan yang memasuki sistem). Efisiensi
trunking digunakan untuk mengukur keefisiensian dari sistem dan dapat mengetahui
kapasitas relatif antara sistem wideband dan narrowband. Sistem W-CDMA merupakan
sistem yang fleksibel terhadap operator jaringan. Karena pengaruh noise pada sistem WCDMA
akan mempengaruhi kapasitas, daya radiasi dan kualitas sinyal. Bila diasumsikan
terdapat model path loss pada daya transmisi, maka kapasitas dan range dari sistem WCDMA
diberikan dari hubungan berikut dimana:
C/Cmax= perbandingan kapasitas terhadap kapasitas maksimum (kapasitas range 0)
R/Rmax = perbandingan terhadap range maksimum (dalam satu user)
g =konstanta propagasi eksponensial (= 3,5 untuk model hatta)
Selain itu operator sistem dapat mengatur kapasitas dan servis sesuai dengan
source codingnya. Sebagai contoh untuk mengimplementasikan servis voice dengan
menggunakan voice coding yang dioperasikan pada setengah dari laju pengkodean 32
Kbits/s ADPCM. Dalam sistem W-CDMA mempunyai kefleksibelan terhadap kapasitas
dan servis – servis yang dibawa.
Kapasitas yang dapat dibawa untuk standar suara adalah : 64 Kbps ISDN, 64
Kbps untuk laju data yang tinggi atau 32 Kbps dengan laju pengkodean yang rendah dan
VAD (Voice Activity Detection) dapat digunakan untuk menambah kapasitas.
Dalam sistem W-CDMA menggunakan frekuensi reuse (N = 1) sehingga akan
mengurangi kerumitan dalam perencanaan frekuensi dan penentuan cell site serta biaya
yang lebih murah. Karena sifat kefleksibelannya maka W-CDMA dapat
diimplementasikan pada daerah urban, suburban dan rural tergantung pada kepadatan
user.


Aplikasi Wideband CDMA Pada Jaringan GSM

Pada aplikasi penerapan sistem akses WideBand CDMA (W-CDMA) pada Abis
interface jaringan eksis GSM (antara BSC dengan BTS). Penambahan sistem W-CDMA
pada jaringan GSM akan menambah perangkat transceiver W-CDMA pada struktur Abis
interface jaringan GSM yang dapat dimanfaatkan untuk layanan data kecepatan tinggi.
Asumsi – asumsi yang digunakan :
• Dual mode terjadi pada BSS (Base Stasion Sub Sistem) dan pada MS tidak terjadi
dual mode
• MSC telah mampu melayani 2 sistem (TDMA/W-CDMA)
BSS terdiri dari BSC yang mengontrol satu atau lebih BTS yang berisi beberapa
TRX (Transmitter Receiver). Abis interface mempunyai kemampuan mendukung 3
konfigurasi BTS internal yang berbeda yaitu :
• Satu TRX.
• Beberapa TRX yang semuanya dilayani oleh satu kanal fisik secara bersama.
• Beberapa TRX yang masing – masing mempunyai kanal fisik.

Sedangkan BCF (Base Control Function) berfungsi mengatur fungsi common control
antara transmitter dan receiver serta kanal fisik pada BTS. Penerapan dual mode WCDMA
pada Abis interface dilakukan dengan menambah perangkat TRX W-CDMA
pada BSS yang proses transmisinya diatur oleh BSC. Struktur kanal dual mode GSM/WCDMA
secara garis besar terdiri atas kanal kontrol, kanal data TDMA, kanal data WCDMA.
Kanal kontrol terdiri atas kanal kontrol sistem TDMA dan kanal kontrol sistem
W-CDMA. Penerapan teknik dual mode W-CDMA pada jaringan GSM dilakukan
dengan menambahkan addresing bit pada W-CDMA sebagai tanda frame W-CDMA,
sehingga pada penerima MS atau BTS dapat mengidentifikasi frame–frame W-CDMA.
Adanya field address akan diidentifikasi sebagai frame W-CDMA atau frame TDMA
oleh BSC pada kanal uplink untuk pengolahan data serta mengirim ke MSC untuk
keperluan routing, roaming dan lain-lain. Pada sistem TDMA (GSM) adanya field
address akan mengubah algoritma pemrosesan data pada radio link. Dengan adanya
penambahan addressing ini maka terjadi perubahan proses channel coding pada sistem
GSM. Penambahan bit addressing adalah 3 bit sehingga output dari channel coding
mempunyai bit rate (456+3)bit/20 ms = 22,95 kbps. Pada sistem W-CDMA terdapat field
address sehingga akan mengubah algoritma channel coding dengan menambahkan field
address setelah interleaving.




Sumber :

Teknologi yang bakal booming di tahun 2010

1. PC Tablet




Kita harus mengakui bahwa PC tablet adalah sebuah konsep yang telah ada di sekitar kita untuk waktu yang sangat lama, walaupun tidak sepopuler laptop. Namun setelah kenaikan penjualan dan tuntutan dari Kindle 2 dan Nook, pasar sangat yakin bahwa pc tablet segera menjadi sebuah perangkat untuk dimiliki. Ini bukan pernyataan bias, tetapi suatu kebenaran dalam beberapa cara.
Alasan yang saya katakan adalah karena Online Membaca adalah sesuatu yang setiap pengguna internet dan Tablet menyediakan cara terbaik untuk mengkonsumsi konten Internet. Meskipun kita mungkin masih bekerja pada sebuah Laptop, Tablet akan menjadi cara untuk mengkonsumsi konten digital.

2. NetPhone



Kita sudah melihat pentingnya Google Voice, yang banyak orang Amerika telah dinikmati. Kita sudah memiliki perangkat lunak seperti Skype yang memungkinkan Anda untuk berkomunikasi melalui jalur data internet.
Hal ini menunjukkan bahwa orang masih nyaman dengan komunikasi suara dan tidak akan mati. Kami akan tetap ingin menelepon teman-teman dan keluarga kita dan berkomunikasi. Oleh karena itu, kita bisa melihat lebih banyak kemajuan dalam teknologi VOIP.
Meskipun penyedia jaringan selular harus bermain keras pertempuran dengan layanan VOIP, konflik antara dua model ini akan berakhir setelah kami memiliki lebih banyak dan lebih banyak layanan VOIP berjalan pada perangkat mobile kami.

3. Net Neutrality



Smartphone munculnya tiba-tiba meletakkan banyak tekanan pada penyedia jaringan selular. Konten online konsumsi dan komunikasi stres penyedia jaringan. Salah satu contoh yang menonjol adalah kegagalan At & T untuk memenuhi permintaan iPhone. Ini telah memaksa penyedia konten dan distributor menjadi dua kutub yang berlawanan.
Penyedia konten seperti Google (YouTube untuk konten video) mengkonsumsi banyak bandwidth. Ini tidak baik bagi penyedia jaringan karena mereka harus menghadapi beban dalam menangani permintaan. Di sisi lain, penyedia konten tidak perlu membayar apa pun untuk para distributor. Akibatnya, penyedia layanan jaringan harus meningkatkan biaya. Sekarang, ini membawa konflik besar antara konsumen, para penyedia dan distributor.
Net netralitas adalah tentang memberikan akses penuh ke internet tanpa semua larangan. Tetapi kita masih perlu melihat beberapa kesepakatan antara penyedia dan distributor. Oleh karena itu, kita mungkin bisa melihat beberapa terobosan on Net Netralitas pada tahun 2010 yang akan memecahkan masalah saat ini.

4. Social Profile Management(Advanced Analytics)



Jaringan Sosial online situs telah mengecam saluran berita di setiap kesempatan pada tahun 2009 dan akan terus melakukannya di tahun 2010. Lebih dan lebih real time isi akan didistribusikan secara online dan dikonsumsi oleh orang-orang. Jaringan online akan melihat lebih dari sekedar berbagi informasi.
2009 memiliki reaksi yang berlebihan terhadap media sosial yang menciptakan banyak sampah di Internet. Saat ini, informasi dan isi sia-sia dan tidak membuat mereka menuju khalayak yang ditargetkan.
2010 akan melihat sebuah revolusi terhadap manajemen profil sosial dengan analisis muka. Ini akan menerapkan spam kendali atas jaringan Anda dan memperkuat efisiensi dari koneksi jaringan Anda. Seperti situs-situs seperti LinkedIn, Twitter dan Facebook digunakan dalam mempekerjakan profesional, Profil pencarian juga akan menjadi masalah besar. Jaringan sosial menyediakan cara terbaik untuk menjangkau bisnis potensial. Oleh karena itu cari (bukan untuk konten), tetapi untuk orang harus besar. Profil sosial manajemen dengan muka analisis akan menjadi hal besar berikutnya jaringan sosial.

5. Virtualization



Klien komputer desktop jelas merupakan cara baru untuk menghubungkan orang-orang menuju kantor. Virtual desktop atau mesin virtual akan segera dipekerjakan di banyak kantor menyediakan fleksibilitas yang lebih baik untuk hardware dan software pilihan.
Ini akan mengurangi biaya hardware server dan pemeliharaan desktop dan CPU di kantor. Ini juga akan mengurangi biaya karena kebanyakan software akan diturunkan dalam mesin virtual. Ini adalah kunci untuk mengurangi biaya, menurunkan kompleksitas, serta meningkatkan kebutuhan kelincahan sebagai pergeseran.

6. Online TV



YouTube dan situs berbagi video online hampir membunuh televisi. Generasi baru lebih memilih Internet melalui saluran TV. Seperti halnya dengan industri musik, saluran TV mengerti bahwa pergi online adalah satu-satunya jalan menuju masa depan dan mereka harus melompat ke kereta musik ini sebelum terlambat.
Sudah banyak saluran komersial mengalihkan perhatian mereka dari televisi ke Youtube atau situs-situs seperti Hulu. Lebih lanjut, Google telah mengumumkan dibayar konten melalui Youtube dan teknologi iklan video baru.
Seiring dengan TV, iklan juga harus membuat jalan ke eko-sistem dan kita sudah tahu dari banyak rumor di atas Apple dan Google datang dengan cara-cara untuk mencegah pemirsa dari iklan melompat-lompat. Hal ini memberikan peluang besar bagi TV untuk masuk ke Internet. 2010 maka pasti akan melihat tangan tangan dan kerjasama dari penyedia layanan internet dan saluran TV Online.

7. Cloud Computing



Cloud computing akan menjadi cara baru melakukan bisnis melalui internet. Akan lebih dari pengelolaan sumber daya virtual, di mana perusahaan dapat mengoptimalkan nya / sumber daya-nya sesuai dengan kebutuhan dan adaptasi terhadap perubahan dinamis. Hal ini akan memungkinkan perusahaan untuk lebih meningkatkan produk dan layanan mereka. Cloud computing juga akan memanfaatkan potensi aplikasi web di Internet dan kita mungkin akan melihat beberapa aplikasi online yang besar bagi pengguna dan juga perusahaan solusi.

8. Augmented Reality



Ditambah Realitas akan meniup pikiran orang pada tahun 2010. Dengan bantuan komputer mobile, teknologi GPS, kamera ponsel dan Google peta, aplikasi mobile akan mempunyai lebih banyak kekuatan untuk membawa pengalaman kepada pengguna daripada di masa lalu.
Lebih lanjut, inti dari teknologi akan menjadi ponsel kamera dan penempatan informasi diproses live streaming atas isi dari kamera.
Kita sudah melihat beberapa dengan mobile aplikasi GPS, tapi 2010 akan secara jelas menempatkan aplikasi ini di rak paling atas aplikasi mobile. Ini akan memungkinkan pengguna untuk mendapatkan informasi dengan mengintegrasikan realitas fisik dan virtual.






Sumber :

Jumat, 16 April 2010

WiMAX di Indonesia

Wimax, Seberapa Jauh Indonesia Siap Mengimplementasikannya .... ???


Di Indonesia, Wimax memang belum sepopuper Wi-Fi (Wireless Fidelity). Namun sebagai salah satu negara pemegang lisensi Wimax (Worldwide Interoperability Mobile Access), Indonesia memiliki wewenang menerapkan teknologi telekomunikasi ini pada operator-operator seluler yang memiliki kesiapan baik secara kesiapan secara infrastruktur maupun kesiapan operational-maintanance. Akses broadband nirkabel Wimax diharapkan mampu memberikan angin segar di tengah-tengah persaingan industri telekomunikasi dan kebutuhan pasar.


Wimax di Sisi Produsen atau Provider

Kepala Bagian Umum dan Humas Ditjen Postel, Gatot S. Dewa Broto menegaskan, pihaknya telah menyiapkan perangkat aturan berupa Rancangan Peraturan Menteri Kominfo untuk tender BWA (broadband wireless access) yang akan dimulai tahun 2008. Tender tersebut ditujukan bagi industri pendukung peralatan untuk lisensi satu blok frekuensi di pita 2,3 GHz.

Wan Yi, Direktur Wireless and Mobile Department di China Communications Standards Association (CCSA), mengatakan satus 3G Wimax akan mengganggu keseimbangan industri mobile.

“Teknologi 3G bertumpu pada struktur segitiga W-CDMA, CDMA, dan TD-SCDMA. Wimax akan mempengaruhi ini secar besar-besaran. Semua vendor besar W-CDMA dan CDMA menentang ini,” ujar Wan. Wimax merupakan teknologi yang menggunakan teknik SOFDMA, teknik modulasi multicarrier yang menggunakan subchannelisasi. Provider menggunakan standar frekuensi untuk pelanggan tetap (fixed) dan bergerak (normadic). Teknik modulasi Wimax berbeda dengan CDMA dimana CDMA menggunakan perbedaan kode pada tiap pelanggannya.

Wimax di Sisi Konsumen

Teknologi Wimax dapat mengcover area sekitar 50km dimana ratusan pengguna akan dishare sinyal dan kanal untuk transmisi data sampai 155 Mbps.

Pada aplikasi mobile, user Wimax layaknya menggunakan terminal Wifi seperti: notebook, PDA, dan smartphone. Pemanfaatan Wimax sama dengan pemanfaatan Wifi. Sebuah terminal dapat mendeteksi jaringan Wimax dan Wifi sehingga user akan semaki

n dimudahkan karena bisa memilih Wimax broadband (untuk jaringan Wimax) atau wireless hotspot (untuk jaringan Wifi/Wireless LAN).


Sinergi Wimax-Wifi-Seluler

Wifi (Wireless LAN) merupakan jaringan komunikasi nirkabel melalui komputer LAN. Jangkauannya terbatas pada area tertentu sehingga disebut hotspot. Layanan yang diberikan bisa variatif, layaknya aplikasi LAN seperti: email, internet, intranet, messaging, music/video streaming, dan layanan IP base lainnya.

Apabila Wifi dikombinasikan implementasinya dengan Wimax maka jelas akan mempercepat dan memperluas penggunaannya, lebih secure karena bisa menjadi QoS (Quality of Service), lebih reliable, dan kaya akan layanan baru.

Sinergi antara Wimax dengan seluler menggabungkan jaringan kabel dan wireless, layanan dan terminal. Secara umum, konsep konvergensi pada telekomunikasi mencakup 3 aspek, yaitu: device, service, dan jaringan.

Secara umum Wimax diperkenalkan sebagai akses yang menawarkan solusi multi-access, sebagai contoh: Wimax untuk melengkapi jaringan yang sudah eksis (2G/3G dan Wifi). Munculnya Wimax otomatis akan menimbulkan persaingan dengan pengusung 3G

Layanan 3G merupakan layanan komunikasi bergerak yang menjanjikan peningkakan bandwith hingga 384 Kbps ketika diakses dalam keadaan bergerak (normadic) sementara untuk di kendaraan bergerak kecepatannya 128 Kbps dan sampao 2 Mbps dalam keadaan diam. Teknologi 3G berbasis GSM (WCDMA) dan CDMA (CDMA 2000). Dengan demikian keunggulan Wimax adalah dari kecepatannya dan layanan yang lebih menarik dibanding 3G. Namun, dari kemampuan mobilitynya 3G masih lebih unggul karena menggunakan node B yang tentu saja bisa mencakup yang lebih luas.


Wimax di prediksi lambat di Indonesia.

menurut Senior Director, Services, GSM Association (GSMA), Jaikishan Rajarama,

"WIMAX tidak memiliki mobilitas untuk menyediakan sambungan broadband hingga ke desa-desa terpencil di Indonesia." Jika dibanding dengan teknologi pesaing seperti 3G/HSPA, WIMAX memang belum mampu menawarkan sambungan Mobile Broadband yang memberikan solusi jangkauan hingga ke pelosok-pelosok pulau, karena masih terus bermain dalam cakupan yang lebih spesifik dan lebih berperan sebagai pelengkap saja. Sampai saat ini, hanya teknologi HSPA yang dapat menjangkau ke wilayah manapun dan memiliki kemampuan mobilitas yang sesungguhnya melalui berbagai jenis perangkat yang tersedia saat ini. "Lebih jauh lagi, WiMAX lebih dikenal hanya sebagai pengganti fixed line broadband sehingga tidak mampu menawarkan mobilitas yang sebenarnya," katanya.


Menurut Ovum, sebuah analis industri terkemuka,

WiMAX hanya akan menguasai kurang dari 5 persen dari 1.5bn sambungan akses fixed maupun Mobile Broadband di pasar negara-negara berkembang pada 2014.

"Penetrasi WiMAX selama ini sangat lamban menurut perusahaan analis Maravedis, ada sekitar 200 jaringan WiMAX, dan sekitar 200 lagi jaringan yang masih dalam masa uji coba, di 135 negara dan secara global hanya melayani 4,73 juta pelanggan," katanya.

Jika dibanding dengan pesaingnya yakni HSPA yang memiliki lebih dari 200 juta sambungan HSPA dengan tingkat pertumbuhan lebih dari 9 juta per bulan, di seluruh dunia, maka Wimax sudah sangat jauh ketinggalan, katanya.

WiMAX sendiri merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik yang mampu memberikan kecepatan data tinggi dan merupakan teknologi dengan open standar.

Teknologi Wimax tidak proprietary dengan kecepatan data mencapai 70 MBps sehingga diklaim dapat diaplikasikan untuk koneksi broadband "last mile", ataupun backhaul.
(H016/B010)

Sumber :

http://netsains.com/2008/02/wimax-seberapa-jauh-indonesia-siap-mengimplementasikannya/

http://www.antara.co.id/berita/1267425290/wimax-diprediksi-lambat-berkembang-di-indonesia

WiMAX

Mobile WiMAX merupakan solusi broadband wireless yang memungkinkan konfergensi jaringan mobile dan fixed broadband melalui satu teknologi akses radio yang luas dan arsitektur jaringan yang fleksibel. Air interface pada Mobile WiMAX menerapkan Orthogonal Frequency Division Multiple Access (OFDMA) untuk memperoleh performa multi-path yang lebih baik pada lingkungan yang Non Line Of Sight (NLOS). Untuk mendukung bandwidth kanal yang berkembang (scalable) dari 1,25 MHz ke 20 MHz, IEEE 802.16e mengenalkan Scalable-OFDMA (SOFDMA), Mobile Technical Group (MTG) pada WiMAX Forum sedang mengembangkan profil sistem Mobile WiMAX yang memungkinkan sistem mobile dikonfigurasikan.


Arsitektur Mobile WiMAX


Menurut WiMAX Forum, arsitektur Mobile WiMAX terdiri dari 3 bagian pokok, yaitu:

User Terminal yang digunakan oleh end-user untuk mengakses jaringan.

Access Service Network (ASN) yang terdiri dari satu atau lebih BS dan satu atau lebih ASN gateway yang membentuk jaringan akses radio.

Connectivity Service Network (CSN) yang menyediakan konektivitas IP dan semua fungsi core Network Internet Protocol.


Network Working Group (NWG) WiMAX Forum merupakan organisasi yang mempunyai kewenangan untuk merancang arsitektur jaringan dan protocol Mobile WiMAX dengan air interface yang telah distandarkan oleh IEEE 802.16e. WiMAX NGW mendefinisikan beberapa entity dalam jaringan Mobile WiMAX:

Base Station (BS)

Base Station memiliki fungsi utama yaitu membangun hubungan dengan mobile station. BS juga memiliki fungsi lain yaitu mengatur micromobility management seperti proses handover, radio resource management.

Access Service Network - Gateway (ASN-GW)

ASN-GW berfungsi untuk mengatur location management dan paging intra-ASN, mengatur AAA pelanggan, serta menjalankan fungsi mobile IP.

Connectivity Service Network (CSN)

Berfungsi menyediakan konektivitas ke internet, ASP dan fungsi jaringan umum lainnya.


Alokasi Frekuensi dan Sistem Duplexing

Dalam teknologi WiMAX ada beberapa spektrum frekuensi yang disediakan antara lain 2.3 GHz, 2.5 GHz, 3.3 GHz, 3.5 GHz, 5.8 GHz dan 10.5 GHz. Penggunaan alokasi frekuensi tersebut berbeda-beda untuk tiap negara sesuai dengan kondisi dan kebijaksanaan masing-masing negara. Frekuensi yang digunakan adalah spektrum frekuensi 2.3 GHz. Frekuensi ini dipilih karena pemerintah Indonesia merencanakan akan mengalokasikan spektrum frekuensi 2.3 GHz untuk jaringan Mobile WiMAX (IEEE 802.16e) dengan bandwidth kanal yang digunakan masing-masing 10 MHz walaupun saat ini belum ada kebijakan yang pasti. Pada arah kebijakan frekuensi di Indonesia, frekuensi 2.3 GHz memiliki range frekuensi 2300-2390 MHz, dimana 10 MHz digunakan untuk buffer (penyangga) terhadap out-of band emission dari WLAN/WiFi 2.4 GHz

Bandwidth Kanal dan Sistem Duplexing pada WiMAX.JPG

Sedangkan untuk sistem duplexing yang digunakan adalah TDD (time division duplex). TDD menggunakan frekuensi single channel yang digunakan sebagai ransmitter dan receiver tetapi dalam waktu yang berbeda. Akibatnya TDD dibagi menjadi data stream frame dan setiap frame dibagi menjadi time slot untuk mengirim dan menerima. Hal ini mengijinkan transmisi data dalam satu frekuensi saja.


Model Propagasi Mobile WiMAX

Model kanal propagasi yang digunakan pada Mobile WiMAX adalah model propagasi COST 231-Hata. Model COST-231 sebagai perluasan model Hatta terbatas untuk pemakaian dengan karakteristik sebagai berikut:

Frekuensi (f) : 1500 – 2000 MHz.

Tinggi antena base station (hb) : 30 – 200 m

Tinggi antena mobile station (hm) : 1 – 10 m

Jarak Tx – Rx (R) : 1 – 20 Km


Model kanal ini disebut juga model PCS Extension to Hata Model, yaitu formula pengembangan dari model Okumura Hatta untuk frekuensi PCS (2 GHz). Model Propagasi Okumura-Hata didefinisikan dengan persamaan sebagai berikut:

2.17.JPG


Dimana L = Redaman lintasan

fc = Frekuensi (MHz)

hb = Tinggi antena base station (m)

hm = Tinggi antena mobile station (m)

a(hm) = Faktor koreksi tinggi antena mobile station

R = Jari-jari sel (km)

CM = 0 dB, untuk kota ukuran menengah dan sub urban

CM = 3 dB, untuk area metropolitan.

Nilai faktor koreksi tinggi antena mobile station (a(hm)) adalah

2.18.JPG

Dengan mengetahui nilai link margin dari perhitungan link budget, dan dengan menggunakan persamaan pathloss diatas dapat dihitung coverage range dari sel dan juga jumlah sel yang diperlukan untuk mengcover area tertentu.

Jari-jari sel

2.19.JPG



Perhitungan Jumlah Sel

Perhitungan jumlah sel berdasarkan radius jangkauan menggunakan pendekatan luas daerah yang dicakup terhadap luas daerah tinjauan. Pemilihan arsitektur dalam perencanaannya menggunakan pendekatan arsitektur seluler. Coverage area untuk satu sel dengan konfigurasi heksagonal adalah

2.20.JPG

Dimana:

L = Coverage area

R = maximum cell range

K = constant accounting for the secto

Nilai K untuk Masing-masing Konfigurasi Coverage.JPG



Estimasi Kapasitas Sistem Mobile WiMAX


Peak Busy Hour (PBH) merupakan probabilitas yang akan mempengaruhi operator untuk memprediksi suatu trafik. Hal ini akan bergantung dari aplikasi, customer mix, dll. Jadi kepadatan trafik yang harus disediakan adalah

2.21.JPG

2.22.JPG





Sumber :

http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?view=article&catid=17%3Asistem-komunikasi-bergerak&id=312%3Ateknologi-mobile-wimax&option=com_content&Itemid=15

Mobile Teknologi

Mobile Teknologi,
seperti istilahnya yang bermaksud sebuah teknologi yang bersifat mobile, bergerak, tidak hanya terpaku diam di satu tempat tapi teknologi ini bisa dibawa kemana saja... seperti handphone.
kehidupan sekarang ini tidak akan lepas dari perkembangan mobile teknologi, karena kebutuhan manusia yang selalu membutuhkan banyak akses cepat yang dapat dilakukan dimanapun.

Mobile Teknologi mempunyai beberapa keuntungan, seperti :
  1. Extreme Personalization, tempay menyimpan segala hal yang pribadi
  2. Pengaksesan dimanapun dan kapanpun
  3. Mobilitas tinggi tanpa kerumitan kabel (W-LAN) dan instalasi jaringan yang cepat
  4. Kompatibel yang tinggi dengan teknologi lain
  5. cocok untuk daerah yang belum ada infrastruktur
  6. Reduksi biaya
segala sesuatu ada kelebihan dan juga ada kekurangan, begitu juga dengan mobile teknologi ini, kekuranganny adalah seperti berikut :
  1. Harus LoS (Line of Sight)
  2. Security
  3. Interferences
  4. Keterbatasan jarak (10-100m)
  5. Izin penggunaan frequncy, menggunakan frequency 2,4GHz

bagaimanapun kekurangan dan kelebihan dari mobile teknologi ini tetap bisa menjadi alternatif dalam pemenuhan kebutuhan akan akses informasi ataupun akses yang lain. karena dengan keuntungannya yaitu dapat diakses dimanapun dan kapanpun membuat segala apapun yang sedang kita lakukan tidak akan menjadi penghalang.




Sumber :
http://lecturer.ukdw.ac.id/anton/download/mobile/Pengantar%20Teknologi%20Mobile.ppt.